
Pembina Yayasan Rembaya Sadana Dayaka, Rahayu Saraswati, melakukan kunjungan pengawasan ke SPPG Srengseng Kembangan, Jakarta Barat, pada 16 Oktober 2026. Peninjauan mencatat sejumlah hal terkait tata kelola bahan baku, fasilitas, kebersihan, dan ventilasi dapur yang memerlukan evaluasi serta tindak lanjut.

JAKARTA BARAT, 16 Oktober 2026 — Pembina Yayasan Rembaya Sadana Dayaka (RSD), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, melakukan kunjungan pengawasan mendadak ke dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Barat, Jumat (16/10/2026).
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPPG Srengseng Kembangan, yang beralamat di Jalan H. Kelik Nomor 10, RT 01/RW 06, Srengseng, Jakarta Barat.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kondisi fasilitas dapur, kebersihan lingkungan kerja, serta tata kelola operasional yang mendukung pelaksanaan program MBG. Dari peninjauan awal, terdapat sejumlah catatan yang memerlukan evaluasi dan tindak lanjut.
Temuan tersebut masih bersifat awal dan perlu melalui proses verifikasi untuk memastikan kronologi, kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku, serta langkah perbaikan yang diperlukan.
Catatan awal dalam kunjungan pengawasan mencakup dugaan intervensi mitra terhadap Kepala SPPG, harga bahan baku yang dinilai melebihi harga pasar, serta dugaan pengambilan bahan baku untuk dibawa pulang dan diperjualbelikan kembali.
Berbagai hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dapat ditarik kesimpulan. Pemeriksaan terhadap proses pengadaan, pencatatan persediaan, dan distribusi bahan baku diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai pengelolaan operasional dapur.
Transparansi dalam pengadaan bahan baku, kejelasan pembagian kewenangan, serta pengawasan internal menjadi aspek penting untuk menjaga akuntabilitas penyelenggaraan layanan MBG.
Selain aspek tata kelola operasional, kunjungan pengawasan juga mencatat sejumlah hal terkait fasilitas dan kebersihan dapur yang memerlukan evaluasi.
1. Penyesuaian tata letak dapur
Tata letak dapur perlu ditinjau dan disesuaikan dengan petunjuk teknis yang berlaku. Pengaturan ruang dan alur kerja menjadi bagian penting untuk mendukung operasional serta meminimalkan risiko kontaminasi silang.
2. Perbaikan lantai dapur
Penggunaan lantai epoxy dan penerapan coving, yaitu lengkungan pada pertemuan lantai dan dinding, menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.
3. Peningkatan kebersihan ruang kering
Dalam pemeriksaan awal, ditemukan kotoran pada lantai ruang kering hingga dikerubungi semut. Kondisi tersebut memerlukan pembersihan menyeluruh serta pengendalian hama untuk menjaga kebersihan area penyimpanan.
4. Pembenahan kebersihan seluruh ruangan
Area pengolahan, penyimpanan, persiapan, dan ruang pendukung perlu dijaga melalui prosedur pembersihan terjadwal dan pengawasan rutin.
5. Evaluasi temperatur ruang basah
Temperatur di ruang basah tercatat belum sesuai dengan temperatur suhu ruangan sebagaimana dicatat dalam hasil peninjauan awal. Kondisi tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan pengaturan suhu sesuai dengan kebutuhan operasional dan ketentuan yang berlaku.
6. Pembenahan sistem ventilasi ruang memasak
Sistem ducting perlu dievaluasi untuk memastikan jalur udara masuk (inlet) dan pembuangan udara (outlet) berfungsi secara memadai.
7. Evaluasi kebutuhan sistem exhaust
Sejumlah ruangan dilaporkan belum dilengkapi sistem exhaust. Kebutuhan penambahan fasilitas tersebut perlu dikaji berdasarkan fungsi masing-masing ruangan dan standar ventilasi yang berlaku.
Seluruh catatan dari kunjungan pengawasan di SPPG Srengseng Kembangan pada 16 Oktober 2026 masih berstatus temuan awal. Setiap persoalan perlu melalui proses verifikasi dan evaluasi sebelum ditetapkan sebagai kesimpulan akhir.
Tindak lanjut yang diperlukan mencakup pemeriksaan tata kelola pengadaan bahan baku, evaluasi mekanisme pengawasan internal, serta pembenahan fasilitas yang belum memenuhi persyaratan teknis.
Pemantauan terhadap pelaksanaan perbaikan juga diperlukan agar rekomendasi dapat dijalankan secara terukur dan dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis membutuhkan tata kelola yang transparan, fasilitas yang memadai, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan secara konsisten.
Kondisi dapur, pengelolaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, dan sistem ventilasi merupakan unsur yang saling berkaitan dalam mendukung kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
Melalui kunjungan pengawasan ini, catatan di SPPG Srengseng Kembangan diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat pengelolaan operasional dan meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Yayasan Rembaya Sadana Dayaka memandang pengawasan dan evaluasi sebagai bagian penting dalam mendorong tata kelola pelayanan yang bertanggung jawab. Setiap temuan perlu ditangani secara objektif, terukur, dan berorientasi pada perbaikan.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan draf dokumentasi kunjungan pengawasan tanggal 16 Oktober 2026. Status temuan, keterangan teknis, serta tindak lanjut perlu diverifikasi sebelum publikasi final.
Sidak dapur MBG Jakarta Barat
Rahayu Saraswati Sidak Dapur MBG Jakarta Barat
Rahayu Saraswati meninjau SPPG Srengseng Kembangan, Jakarta Barat. Sejumlah catatan terkait bahan baku, kebersihan, dan fasilitas dapur perlu dievaluasi.
Makan Bergizi Gratis, MBG, SPPG, Jakarta Barat, Rahayu Saraswati, keamanan pangan, pengawasan dapur