
MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Yayasan Rembaya Sadana Dayaka (RSD) kembali memperluas jangkauan program pemenuhan gizi nasional. Kali ini, tim pusat RSD mendarat di Makassar, kota pelabuhan strategis di Timur Indonesia, untuk melaksanakan agenda Monitoring Calon Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meninjau kesiapan infrastruktur Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kunjungan ini merupakan langkah strategis Yayasan RSD dalam memastikan bahwa standar pelayanan gizi yang akan diberikan kepada masyarakat Makassar memenuhi kriteria ketat terkait kesehatan, keamanan pangan, dan efisiensi distribusi.
Makassar sebagai hub utama di Indonesia Timur memiliki peran krusial dalam keberhasilan program gizi nasional. Dalam peninjauan Dapur MBG, Yayasan RSD fokus pada kesiapan operasional calon mitra untuk memproduksi makanan berkualitas dalam skala besar.
Aspek Utama yang Ditinjau di Dapur MBG Makassar:
“Makassar bukan hanya kota besar secara infrastruktur, tapi juga memiliki semangat gotong royong yang kuat. Kami ingin calon mitra di sini menjadi barometer pelayanan gizi terbaik di wilayah Sulawesi,” ujar perwakilan tim monitoring Yayasan RSD.
Selain fasilitas fisik dapur, Yayasan RSD melakukan evaluasi mendalam terhadap calon mitra SPPG. Program SPPG dirancang untuk menjadi pusat kendali gizi yang mengintegrasikan distribusi makanan dengan edukasi kesehatan masyarakat.
Poin Penilaian Monitoring meliputi:
Provinsi Sulawesi Selatan memiliki target ambisius dalam penurunan angka stunting. Melalui hadirnya Dapur MBG dan unit SPPG yang solid di Makassar, Yayasan RSD berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda dan mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul di Kota Daeng.
Berdasarkan hasil kunjungan ini, Yayasan RSD akan melakukan pendampingan intensif bagi calon mitra yang terpilih. Tujuannya adalah agar saat program diluncurkan, Dapur MBG di Makassar dapat langsung beroperasi dengan performa maksimal dan standar keamanan pangan kelas satu.
Yayasan RSD adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada program-program pemenuhan gizi nasional dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi layanan gizi (SPPG) dan penyediaan makanan sehat.